Global.or.id, Sangatta – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Sabtu (19/9/2026). Api membakar semak belukar dan ilalang kering di kawasan Jl. KH Abdullah, Gang Sehati II, RT 34, Desa Sangatta Utara.
Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang Eko mengatakan, kebakaran diduga merupakan sisa titik api dari Karhutla sebelumnya yang kembali menyala. Kondisi lahan gambut, semak yang mengering, serta hembusan angin kencang turut memengaruhi meluasnya kobaran api.
“Api pertama kali terpantau sekitar pukul 14.50 Wita dari arah Perum Korpri. Sisa kebakaran kembali menyala dan membakar semak serta ilalang yang sudah kering,” ujar AKP Bambang Eko dalam laporannya.
Api kemudian bergerak hingga mendekati ujung Gang Sehati II. Tim gabungan Karhutla tiba di lokasi sekitar pukul 19.20 Wita dan mulai melakukan pemadaman 15 menit kemudian.
Upaya pemadaman berlangsung hingga malam. Sekitar pukul 21.20 Wita, kobaran api secara bertahap berhasil diantisipasi. Namun, petugas masih menemukan titik yang sulit dijangkau karena berada di bagian dalam lahan.
Untuk mencegah api kembali meluas, petugas melakukan penyiraman sekaligus penyekatan pada area terdampak. Sekitar pukul 21.30 Wita, tim menyelesaikan proses penyekatan dan kembali ke Posko Kecamatan Sangatta Utara.
“Bagian dalam lokasi yang sulit dijangkau dilakukan penyiraman dan penyekatan agar api tidak kembali melebar,” jelasnya.
Luas lahan semak belukar yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiel yang dilaporkan. Sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
Penanganan melibatkan personel gabungan dari Polsek Sangatta Utara, BKO Brimob, Yonif TP 879 Bengalon, BPBD Kutai Timur, Satpol PP, Laskar Kebangkitan Kutai (LKK), Tagana, Saka Wana Bakti, Pramuka Peduli, serta unsur masyarakat.
Dalam pemadaman tersebut, tim menggunakan satu unit mobil pemadam kebakaran BPBD dan satu kendaraan Traga dari Kecamatan Sangatta Utara untuk menyuplai air.
Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas tetap mewaspadai potensi munculnya kembali titik api. Hingga sekitar pukul 21.50 Wita, asap masih terlihat dari bagian tengah lahan yang diduga menyimpan bara di bawah permukaan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena hembusan angin berpotensi membuat bara kembali aktif dan memicu kebakaran susulan. Tim pun melakukan penyekatan sebagai langkah antisipasi agar api tidak merambat ke area lain.
Kapolsek Sangatta Utara menegaskan, pemantauan terhadap lokasi akan menjadi bagian penting dalam mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama pada area lahan gambut dan semak yang masih menyimpan bara.






