MUBA -// Global.or.id, Dugaan adanya pungutan yang disebut berkaitan dengan pembangunan di TK Negeri Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin, menjadi sorotan. Informasi tersebut mencuat usai adanya permintaan dana pembangunan kepada orang tua siswa, namun pembangunan yang dimaksud disebut belum terlihat.
Dalam seorang narasumber menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah terjadi setiap tahun. Ia mempertanyakan permintaan dana pembangunan yang disebut sebesar Rp100 ribu, sementara kondisi bangunan sekolah dinilai belum menunjukkan adanya pembangunan sebagaimana yang diharapkan.
“Tolong diusut persoalan uang pembangunan di TK Negeri Keluang yang selalu diterima pihak sekolah tetapi biaya tersebut tidak digunakan untuk pembangunan sekolah,”ungkap narasumber tersebut kepada awak media.
Narasumber juga menyebut bahwa persoalan tersebut bukan hanya terjadi sekali. Menurutnya, sejumlah orang tua siswa di TK Negeri Keluang disebut pernah ditagih atau dimintai dana dengan alasan pembangunan.
“Karena ibu-ibu TK Negeri Keluang sering ditagih uang bangunan tetapi pembangunan yang dimaksud tidak ada,”jelasnya.
Lebih lanjut, narasumber menyebut jumlah siswa TK Negeri Keluang saat ini mencapai 109 siswa. Dengan nominal yang disebut sebesar Rp100 ribu per siswa, total dana yang dihitung secara sederhana mencapai sekitar Rp10,9 juta, apabila seluruh siswa dikenakan nominal yang sama.
“Jumlah murid sebanyak 109 siswa TK Negeri Keluang, Rp 10,9 Juta totalnya, kemana uang itu digunakan,”katanya.
Namun mekanisme penggunaan uang pembangunan tersebut hingga saat ini masih ditelusuri dan hal tersebut membuat para orangtua siswa bertanya-tanya.






